Minggu, Agustus 09, 2009

Keterlibatan Inggris dalam Kerusuhan Diungkap di Pengadilan Iran


Pengamat senior Kedutaan Besar Inggris di Tehran, Mir Mohammad Hossein Rasam, diadili di pengadilan yang mengusut kasus kerusuhan pasca pemilu presiden kesepuluh Republik Islam Iran. Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Fars, wakil pengadilan membacakan tuduhan mata-mata yang ditujukan pada Hossein Rasam.

Wakil pengadilan mengatakan, Rasam pada tanggal 12, 15 dan 17 Juni, berada di tempat kerusuhan serta menyerahkan data dan informasi ke Kedutaan Inggris di Tehran. Lebih lanjut penuntut umum menuturkan, Hossein Rasam bersama Sekretaris Kedua Inggris, Thomas Burn dan Sekretaris Kedutaan Australia,Shaun Murphy, mondar-mandir di kantor tim sukses salah satu kandidat presiden Iran.
Rasam dalam pernyatannya di sidang pengadilan menyinggung aktivitasnya selama lima tahun di Kedutaan Inggris, mengatakan, tugas utamanya adalah mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan Inggris melalui tim khususnya dan penghubung kedutaan di Tehran dan kota-kota lainya. Ia juga mengakui bahwa lembaga swadaya masyarakat (LSM) dijadikan sebagai salah satu sarana untuk mengumpulkan data dan informasi yang kemudian diserahkan ke Kedutaan Inggris di Tehran. Dikatakannya, sekitar 300 ribu pound dianggarkan setiap tahunnya untuk membantu lembaga-lembaga masyarakat Iran. Rasam juga mengabarkan keterlibatan Sekretaris Pertama Politik Kedubes Inggris, Alex di sejumlah pos tim sukses pemilu dan keikutsertaannya Sekretaris Ketiga Kedubes Inggris, Dominik dalam demonstrasi ilegal di Tehran.

Tidak ada komentar: